3 Isi Paling Umum Dalam Pembuatan Perjanjian Pranikah

Dian Afrillia
3 Isi Paling Umum Dalam Pembuatan Perjanjian Pranikah

Kehidupan pernikahan itu rumit. Nggak semua orang mampu bertahan menjalankannya sampai titik akhir. Banyak juga yang akhirnya memilih pisah di tengah jalan karena berbagai alasan. Makanya beberapa orang bersikeras untuk membuat perjanjian pranikah atau prenuptial agreement. 

Apa sih perjanjian pranikah? Jadi sebelum menikah, pasangan membuat perjanjian yang resmi di mata hukum untuk memperjelas harta, hak, serta kewajiban pasangan suami-istri. 

Umumnya isi perjanjian pranikah meliputi masalah pembagian harta kekayaan masing-masing atau berkaitan dengan harta pribadi kedua belah pihak. Kalau nantinya terjadi perceraian, harta-harta ini pembagiannya sudah jelas sejak awal. Ini juga bisa membebaskan salah satu pihak dari masalah hutang piutang yang dilakukan pasangannya ketika bercerai. 

Ya, seolah-olah semua perjanjian ini dibuat seperti mempersiapkan atau memprediksi adanya perceraian di kemudian hari. Namun, siapa sih yang bisa memastikan 100 persen keyakinan bahwa rumah tanggamu akan bertahan selama yang diinginkan? 

Perjanjian pranikah ini nggak wajib dan nggak akan cocok dengan semua orang. Maka dari itu, bila ada keinginan membuatnya, harus dikomunikasikan dengan baik bersama pasanganmu. 

Isi dari perjanjian pun sifatnya fleksibel dan bisa menyesuaikan. Intinya adalah kesepakatan. Jadi setiap poin dalam perjanjian merupakan keputusan bersama, nggak bisa salah satu pihak hanya pasrah menerima begitu saja. 

Biar lebih jelas, yuk cari tahu lebih detail apa saja sih isi dari perjanjian pranikah? 

Harta 

Pada poin soal pembagian harta, semua harus dicatat sejelas mungkin dari pihak suami dan istri. Misalnya, kamu dan pasangan sama-sama menolak menggabungkan uang pribadi setelah menikah atau misalnya menolak menggabungkan harta dari keluarga seperti warisan. Jadi, ketika satu pihak dapat warisan lalu bercerai, pihak satunya nggak berhak atas harta ini, termasuk bila si penerima warisan meninggal dunia. 

Untuk biaya yang dibutuhkan sehari-hari, tempat tinggal, kesehatan, dan anak akan sama-sama menyiapkan dana khusus. Namun, harta lain tetap milik pribadi. 

Hak dan kewajiban

Nggak cuma soal harta lho, perjanjian pranikah juga bisa menyangkut hak dan kewajiban. Apapun yang diinginkan setelah menikah bisa dicatat dengan detail di poin ini. Misalnya, siapa yang mengurus rumah tangga, siapa yang bekerja, apa istri boleh bekerja atau tidak bekerja, soal mengasuh anak, memilih sekolah anak, apa istri boleh kuliah lagi setelah menikah, dan sebagainya. 

Apapun bisa dicantumkan dalam perjanjian pranikah selama nggak melanggar hak orang lain dan memang sama-sama sepaat. 

Anak

Perjanjian ini juga akan mengatur hak asuh anak bila nantinya berpisah. Misalnya, kalau salah satu pihak selingkuh dan kalian bercerai, maka si anak akan ikut pihak yang diselingkuhi. Bisa juga soal biaya pendidikan dan kesehatan anak. Intinya menuliskan apa yang boleh, apa yang nggak boleh, apa yang akan dikerjakan bersama, dan apa yang akan dikerjakan sendiri-sendiri. 

LATEST ARTICLE