4 Cara Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Dian Afrillia
4 Cara Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Niatnya pengen jalan ke mall, belanja bulanan ke supermarket, atau sekadar makan siang bareng teman, eh anak mendadak tantrum. Biasanya, anak akan menangis, menjerit, teriak, tiduran di lantai, guling-guling, atau melempar barang. 

Memang wajar saat anak tiba-tiba tantrum. Biasanya ia merasa kesal, bosan, atau kecewa karena nggak mendapatkan apa yang dia inginkan. Hal ini mungkin akan membuat ibu jadi ikutan kesal karena marahnya nggak kunjung reda. Apalagi kalau di tempat umum, pasti jadi tontonan orang sekitar. 

Sebenarnya bagaimana sih cara menghentikan tantrum pada anak? Coba trik berikut ya! 

Ibu harus tetap tenang

Meski anak udah sampai teriak dan nggak terkendali, ibu harus tetap tenang. Jangan ikut berteriak, marah, apalagi sampai mencubitnya. Tantrum pada anak akan lebih mudah diatasi saat ibu tenang. 

Kalau lagi di tempat umum, bisa bawa anak ke area yang lebih sepi dan biarkan dia mengeluarkan emosinya. Temani dia sampai tenang. Kemungkinan anak nggak mau digendong dan diajak bicara. Jadi ya, biarkan saja dan perhatikan gerak-geriknya agar nggak melakukan hal berbahaya. 

Abaikan orang sekitar

Ketika anak tantrum di ruang publik, kalian mungkin akan mendapat pandangan sinis dari orang-orang. Nggak usah dihiraukan dan tetap fokus pada anak. Jangan buang-buang waktu untuk memikirkan komentar atau lirikan dari orang-orang. 

Mencari tahu penyebab tantrum

Saat emosinya mulai mereda, ibu bisa menanyakan kepada anak apakah dia bosan, lapar, mengantuk, atau menginginkan sesuatu. Jika anak ngantuk, ibu mungkin harus menyudahi kegiatan hari itu dan membawanya pulang. Bisa makan dulu bila ia memang lapar, tetapi jangan tergoda memberikan sogokan. 

Anak yang terbiasa disogok ketika marah akan terus mengulangi pola ini agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Nantinya, tiap ingin sesuatu, dia akan marah karena tahu ibu pasti akan menurutinya. 

Jangan kalah dari anak

Saat pergi ke mall, anak mendadak ingin beli mainan yang mungkin kurang penting dan udah ada banyak di rumah. Lalu ia memulai aksinya, marah, nangis kencang, dan menghentakkan kaki di lantai. 

Ketika ini terjadi, ibu harus menang dengan nggak menuruti keinginannya. Jangan langsung membelikan mainan itu agar ia diam. Sebaliknya, tetaplah tegar dan tunjukkan bahwa dengan dia marah-marah, nggak akan mengubah keputusan ibu untuk nggak beli mainan. Kuatkan hati dan tetaplah tenang untuk mengabaikan keinginan anak. Cara ini juga sekaligus mengajarkan anak bahwa marah atau menangis nggak bikin ibunya jadi luluh.

 

LATEST ARTICLE