5 Cara Berteman Dengan Diri Sendiri

Hani Apriliani
5 Cara Berteman Dengan Diri Sendiri

Menjalani kehidupan sosial artinya kita harus berfokus dalam menjalin hubungan baik dan mutual dengan orang lain yang ada di sekitar kita atau membuka kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang yang baru. Hal ini memang benar dan perlu dilakukan, sebab manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial.

Tapi, sebelum melangkah jauh ke luar, ada baiknya kita perlu membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri terlebih dahulu. Memang, berteman dengan diri sendiri terkadang lebih sulit rasanya dibandingkan saat harus membangun hubungan dengan orang lain. Berbagai ketakutan serta rasa cemas yang seringkali melanda pikiran dan hati menyebabkan kita sulit untuk berkawan dengan diri sendiri.

Untuk itu, Galadiva ingin memberi sedikit tips yang bisa kamu lakukan untuk menyingkirkan hal-hal yang nggak perlu dalam kepala dan hatimu. Agar kamu bisa menjadi sahabat terbaik untuk dirimu sendiri.

Asumsi Tentang Hidup Orang Lain

Pernahkah kamu berkata pada dirimu sendiri hal-hal ini, “Dia, sih, enak, anak orang kaya”, atau “Kalau aku jadi dia, aku juga bisa jalan-jalan keluar negeri setiap saat”, dan semacamnya. Nah kalau iya, mending jangan pernah ungkapin hal itu lagi, ya! Mungkin menurutmu ungkapan itu nggak berarti serius. Justru dengan munculnya pikiran seperti itu artinya kamu sama sekali nggak mensyukuri hidupmu dan jatuhnya jadi cepat melabeli seseorang. Perkataan-perkataan tersebut merupakan asumsi pribadi yang hanya akan ‘mengotori’ pikiran dan hatimu. Ingat kata pepatah, don't judge people until you walk a mile in their shoes. Jadi hilangkan asumsi tentang orang lain kalau kamu mau berteman dengan diri sendiri.

Ketidakmampuan Untuk Mengapresiasi Apa Yang Telah Dimiliki

Anggapan yang harus singkirkan agar bisa berteman dengan diri sendiri yaitu mengapresiasi apa yang telah kamu miliki. Terlalu sering berandai-andai bisa membuat kamu lupa bahwa apa yang sudah kamu punya saat ini adalah apa yang kamu butuhkan. Meski apa yang kamu butuhkan belum tentu apa yang kamu inginkan. Lupakan kalimat-kalimat ‘seandainya aku punya ini punya itu, seandainya aku bisa ini, bisa itu’, mulai hidup di dunia nyata, dan bersyukurlah atas hal-hal kecil yang kamu punya ya!

Keinginan Untuk Menjadi Bahagia

Berusaha untuk terus-menerus hidup bahagia memang sah-sah aja. Tapi, kalau terus-menerus ingin merasa bahagia juga nggak baik buat hidup kita, lho. Dalam hidup juga perlu merasakan kesedihan, kekecewaan, sakit hati, dan lainnya. Sebab semua perasaan negatif  tersebut juga punya tujuan dihidupmu. Entah untuk menunjukkan hal yang baik atau buruk buat kamu, atau sekedar memotivasi kamu untuk buat pilihan baru. Coba dengarkan apa maksud dari kesedihan yang kamu rasakan, baru kamu bisa menghargai kebahagiaan..

Pemikiran ‘I know best’

Jika kamu sering menampik nasehat yang orang lain berikan padamu dengan kalimat “nggak usah sibuk kasih tahu, soalnya aku tahu apa yang terbaik buat diriku”, ini saatnya buat kamu berpikir kembali. Ladies, kenyataannya you still need people advice even you already know about yourself. Kenapa? Sebab menilai diri sendiri adalah penilaian subjektif, dan kamu butuh opini orang lain untuk memberikan pandangan objektif. Agar bisa berteman dengan diri sendiri, kamu juga harus mampu menerima nasehat orang lain.

Keinginan untuk punya banyak teman

Yup, punya banyak teman memang kondisi kehidupan sosial yang ideal. Namun, you actually don’t need THAT many friends. Kamu cuma perlu beberapa orang yang memang berarti bagimu dan orang-orang tersebutlah yang kamu sebut sebagai ‘friends for life’.

LATEST ARTICLE