5 Kebiasaan Sederhana Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental, Berani Coba?

Hani Apriliani
5 Kebiasaan Sederhana Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental, Berani Coba?

Mungkin kamu sering mendengar nasehat-nasehat yang mengatakan kesehatan emosional sangat penting untuk kesejahteraan seseorang. Ya, kenyataannya memang benar. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental pun sangat penting untuk di jaga.

Anggapan bahwa kesehatan yang baik tak terbatas pada seberapa baik fungsi tubuh kita, tapi juga seberapa bahagia dan seimbangnya jiwa raga kita. Menurut WHO, orang dengan gangguan kesehatan mental meninggal 10 hingga 20 tahun lebih cepat daripada orang normal.

Dari sini, sudah dapat terlihat bahwa betapa pentingnya kesehatan mental bagi kesejahteraan psikologis seseorang. Nah biar kesehatan mental makin terjaga, berikut lima cara yang akan membantumu merawat kesehatan mental dan dengan sendirinya bisa melindungi kesehatan secara keseluruhan.

Coba teknik decluttering

Penelitian telah membuktikan bahwa barang yang menumpuk di rumah bisa menimbulkan efek kekacauan yang langsung diterima oleh otak. Otak akan merasa terganggu sehingga memperlambat proses penerimaan informasi.

Untuk itu, decluttering atau membuang barang yang tak terpakai bisa kamu jadikan kebiasaan sederhana untuk meningkatkan kesehatan mental, lho.

Penelitian lain juga menunjukkan kalau rumah yang berantakan justru mampu meningkatkan hormon stres yaitu kortisol, terutama pada wanita. Jadi mulai sekarang, buatlah rencana membuang atau mensortir benda-benda yang tak terpakai. Kamu bisa mendonasikannya atau menjual ke toko barang bekas. Siapa tahu jadi lebih berguna jika dipakai orang lain, kan?

Membaca buku

Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan mental yaitu dengan membaca buku. Penelitan membuktikan kalau membaca buku dapat menurunkan gejala depresi serta meningkatkan fleksibilitas mental dan fungsi otak.

Tapi pastikan buku yang kamu baca benar-benar menarik perhatian dan sesuai dengan seleramu. Sisihkan setidaknya 30 hingga 40 menit sehari untuk membaca dengan tenang.

Memelihara binatang

Studi yang dilansir dari laman webmd menunjukkan bahwa bersantai sambil bermain dengan anjing atau kucing liar selama 10 menit terbukti ampuh menurunkan hormon kortisol. Oleh sebab itu, di Amerika banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti program pet-to-destress.

Nah, kamu juga bisa menyisihkan waktu tambahan bermain dengan binatang peliharaanmu minimal 20 menit sehari untuk menurunkan level stres. Bagi yang tak memiliki hewan peliharaan, bisa mengunjungi rumah adopsi untuk bermain dengan hewan peliharaan disana.

Berjalan di alam

Ekoterapi atau berjalan di alam bisa kamu lakukan untuk mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa orang yang lebih sering berjalan di alam memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang melakukannya.

Jadi, mulailah menyapa dunia luar dengan jalan-jalan santai disekitar rumah dua hingga tiga kali dalam seminggu selama 30 menit. Lalu, rasakan sendiri manfaat yang kamu dapatkan dari kegiatan rutin ini.

Menjaga komunikasi dengan orang sekitar

Saat merasa sedih, tentu kita ingin orang bisa ikut berempati. Namun kamu pun harus terbuka dengan orang sekitar jika mau didengarkan. Selalu sempatkan waktu untuk teman dan keluarga. Beri bantuan jika mereka sedang membutuhkan.

Percayalah, jika membantu sesama maka energi positif yang disebarkan akan kembali ke diri sendiri. Jangan jadikan masa pandemi sebagai alasan untuk memutus silaturahmi dengan kerabat atau keluarga, ya. Coba manfaatkan kecanggihan tekonologi untuk terus menjalin komunikasi.

LATEST ARTICLE