5 Tips Mengajarkan Toleransi dan Keberagaman Pada Anak

Nesia Amarasthi
5 Tips Mengajarkan Toleransi dan Keberagaman Pada Anak

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri. Karena hal tersebut, anak perlu dibekali sikap toleransi dalam keberagaman. Para orang tua perlu nih memberikan pengetahuan pada putra-putrinya agar menjadi generasi yang toleran terhadap keragaman. Ini tipsnya dalam mengajarkan sikap terbuka, penerimaan dan tenggang rasa pada buah hati.

Membaca dongeng dari berbagai budaya

Moms, cara paling sederhana untuk membuka pikiran adalah dengan membaca dongeng dari berbagai budaya. Misalnya, dongeng Pemanggil Hujan dari Afrika Selatan atau Legenda Gadis Katak dari Rusia.

Saat memperdengarkan atau membaca bersama dongeng-dongeng dari berbagai budaya, anak akan belajar bahwa setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Bagaimana tubuh, fisik, warna rambutnya yang dipengaruhi oleh suhu, cuaca dan kondisi alam.

Mainan peta dunia

Meskipun dalam suasana bermain, nilai penting tentang toleransi bisa diajarkan pada anak. Ada kawasan-kawasan di dunia yang diliputi es dan jarang dihuni. Ada juga kawasan sekitar khatulistiwa yang banyak penduduknya dengan budaya yang berbeda-beda.

Dengan memberikan penjelasan yang menarik dan mengena di hati, anak akan dengan mudah menerima perbedaan dan bisa menerapkan dalam lingkungan pertemanannya.

Ajak jalan-jalan ke berbagai tempat

Misalnya di Pulau Jawa, pulau ini terdapat berbagai macam budaya yang memakai bahasa berbeda-beda. Lewat bahasa, anak-anak juga bisa mengenali tentang apa yang berbeda dan bagaimana cara bersikap.

Nonton acara seni dan budaya

Banyak sekali pergelaran seni dan budaya yang ramah anak. Ini bisa menjadi satu ruang untuk Moms dan Ayah mengenalkan bagaimana nilai toleransi diterapkan. Paling sederhana, ketika menonton para penonton akan melihat ke pergelaran yang sama. Artinya, penonton bisa berinteraksi satu sama lain dengan penuh tenggang rasa dan tidak mengganggu pergelaran.

Bisa juga mempertontonkan berbagai budaya lewat kanal Youtube atau channel televisi berlangganan. Disitu, mungkin bisa memperluas pengetahuan anak tidak hanya tentang budaya, perbedaan dan penerimaan. Tetapi juga pengetahuan tentang bagaimana cara berkomunikasi baik dengan orang lain yang berbeda budaya.

Praktikkan toleransi di rumah

Dari hal sederhana, orang tua bisa mempraktikkan toleransi. Misalnya, saat satu anggota keluarga sedang beribada maka buah hati tak boleh mengganggu. Atau, dalam praktik sehari-hari bisa memakai analogi semangkuk sup. Sup terbuat dari berbagai macam komposisi atau bahan, dari perbedaan bahan mulai wortel, kentang, seledri hingga bawang putih bisa menjadi hidangan hangat dan lezat.

Mudah ‘kan untuk mengajarkan toleransi keberagaman pada anak? Semoga bisa dipraktikkan dalam kehidupan sosial ya.

LATEST ARTICLE