5 Tips Merencanakan Biaya Pendidikan Anak Sejak Dini

Nesia Amarasthi
5 Tips Merencanakan Biaya Pendidikan Anak Sejak Dini

Kelahiran buah hati membawa keceriaan. Pun membutuhkan perencanaan yang matang, nggak hanya kebutuhan kesehariannya tetapi juga masa depannya. Terkait dengan masa depannya, biaya pendidikan nggak lagi murah. Itu artinya diperlukan planning untuk biaya pendidikan anak sejak dini.

Dikutip dari Cermati, biaya pendidikan anak setiap tahun sekitar 10%. Lantas, bagaimana mengalokasikan dana untuk ditabung dan merencanakan sejak dini, khususnya untuk pendidikan buah hati? Begini tipsnya!

Mencari referensi tentang sekolah yang diinginkan

Ada berbagai jenis sekolah yang perlu dipertimbangkan. Antara lain sekolah negeri, swasta dan sekolah internasional. Ketiga jenis tersebut memiliki keunggulan masing-masing dan memiliki besaran biaya yang berbeda-beda. Maka, galilah referensi tentang biaya pendidikan setiap jenis sekolah tersebut.

Selain mengetahui besaran biaya dalam setiap jenis sekolah, cari juga kurikulum, metode pengajaran, fasilitas, akreditasi dan jarak tempuh dengan tempat tinggal.

Hitung perkiraan biaya

Tentu saja sekolah internasional akan lebih mahal dibanding sekolah negeri. Namun, tidak berarti kualitas sekolah negeri jauh di bawah sekolah internasional. Sekolah negeri memiliki kelebihannya sendiri, misalnya soal kedisiplinan dan relasi sosial yang lebih beragam.

Dalam membuat perhitungan sederhana, tentukan mulai dari sekolah yang dipilih. Yang perlu diperhitungkan dalam pendanaan mulai dari SPP, seragam, buku, ekstrakurikuler, uang transportasi dan lain sebagainya. Perhitungkan juga fasilitas yang akan didapatkan anak, misalnya makan siang atau kebutuhan anak lainnya saat di sekolah.

Jika memungkinkan, hitung setiap jenjang pendidikan ya. Mulai dari non formal atau day care, TK, SD, SMP hingga sekolah menengah atas. Mungkin akan lebih rumit jika merencanakan juga pendidikan tinggi, tetapi nggak ada salahnya melakukan riset kecil-kecilan untuk menyiapkan dana yang perlu ditabung.

Evaluasi kondisi finansial

Uang tabungan tentu saja adalah uang yang perlu disisihkan, disimpan diluar kebutuhan sehari-hari. Mulai dari berapa pendapatan bersih keluarga hingga berapa persen uang yang bisa disisihkan dari seluruh gaji. Dari situ, pastikan porsinya sesuai dengan kondisi finansial keluarga. Jangan sampai perencanaan jadi memberatkan. Artinya, hitung secara realistis aja ya.

Tentukan akan ditabung atau asuransi

Sebenarnya, tabungan berjangka yang merupakan produk simpan keuangan dikeluarkan oleh bank lebih aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Namun, tak apa jika memilih asuransi yang sebenarnya memiliki bunga yang besar, jangkauan dana yang besar pula tetapi tak ada jaminan. Jaminan yang dimaksud, apabila nilai rupiah turun maka uang yang diinvestasikan juga akan turun. Belum lagi risiko apabila jasa asuransi terkena problem tertentu.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, tentukan berdasarkan pertimbangan yang matang ya.

Disimpan dengan investasi

Berbeda dengan asuransi, menyimpan biaya pendidikan anak sejak dini bisa diinvestasikan. Misalnya dengan investasi emas, produk reksadana dan lain sebagainya. Dari hasil investasi ini, untungnya setiap bulan mendapat imbalan atau bunga.

Dari lima poin diatas, semoga membantu ya. Selain merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini, kenali juga minat serta kreativitas anak karena akan berkaitan dengan institusi pendidikan yang akan ia tempuh di masa depan.

LATEST ARTICLE