7 Cara Menghadapi Anak Berkemauan Keras

Hani Apriliani
7 Cara Menghadapi Anak Berkemauan Keras

Memang tak mudah memiliki anak-anak berkemauan keras yang hanya mau melakukan apa yang ia inginkan, nggak mau diatur, sering mengabaikan perkataan orang tua, dan terkesan nggak peduli. Mereka merasa integritasnya turun ketika harus patuh pada orang lain. Sifat-sifatnya yang seperti itu tentu dengan mudah mengundang perdebatan bahkan kemarahan orang tua.

Dikutip dari laman Parenting Indonesia,  menurut Dr. Laura Markham, psikolog klinis sekaligus pakar pengasuhan dari Columbia University, AS, anak-anak tipe seperti ini harus mendapatkan perlakuan khusus dari orang tua. Dengan perlakuan yang tepat, anak-anak ini dapat mengontrol dan melatih kemauan kerasnya untuk menjadi sosok yang berintegritas, optimis, bersemangat, berani, dan tidak mudah terombang-ambing. Markham juga memberikan tips bagaimana menghadapi anak berkemauan keras:

Beri Pilihan

Biasakan untuk memberi pilihan. Jika Mom menawarkan pilihan, anak merasa ia juga memiliki hak untuk pilihannya. Misalnya saja saat kamu mengajaknya pergi berbelanja. Kamu bisa katakan padanya, “Kita akan berangkat 10 menit lagi. Kamu mau siap-siap sekarang atau nanti?”

Tunjukkan Empati

Saat anak berkemauan keras mengutarakan keinginannya, ia akan berusaha sekuat mungkin mewujudkannya. Ketimbang menentangnya, berikan empati padanya dan pahami perasaannya.

Biarkan Belajar Sendiri

Akan sulit memberi tahu anak-anak berkemauan keras tentang suatu hal. Cara terbaik untuk memberitahu mereka adalah dengan membiarkan mereka mengalaminya sendiri. Misal, saat dia bersikeras untuk bersepeda di jalanan yang licin setelah hujan, biarkan saja dia melakukan hal tersebut. Daripada berdebat, biarkan ia belajar dan mengalami sendiri rasanya harus ekstra hati-hati mengayuh sepeda saat hujan.

Dengarkan dan Lihat dari Sudut Pandangnya

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah mereka merasa selalu tahu yang terbaik. Bagi anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka ketimbang dirinya sendiri. Oleh karenanya, alih-alih memaksakan pendapat kamu padanya, ada baiknya dengarkan pendapatnya. Dengan begitu, kamu akan memahami keinginan dan alasannya.

Terapkan Rutinitas dan Aturan

Rutinitas dan aturan akan membuat mereka tertib. Bila tidak ada aturan, mereka akan bertindak sewenang-wenang dan sesuka hatinya.

Menghindar Saat Marah

Saat kamu marah, sebaiknya segera menarik diri untuk menghindar darinya hingga kemarahanmu mereda. Kemarahan dan reaksi yang keras hanya akan membuat dorongan balik dimana ia juga akan menjadi keras pada kamu. Hindari berupaya membuat diri anda terlihat ‘menang’. Beri waktu pada kamu dan si kecil untuk saling memahami.

Mendisiplinkan Lewat Hubungan, Bukan Hukuman

Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa membuat orang yang benar-benar berkemauan keras untuk mudah setuju. Hukuman hanya akan meningkatkan resistensi mereka. Mereka adalah anak yang tidak bisa diancam. Lantas bagaimana cara mendisiplinkan mereka? Caranya adalah melalui kedekatan. Bangun hubungan yang penuh dengan dukungan pada mereka.

Ketika merasa terkoneksi, anak-anak yang berkemauan keras biasanya akan setuju untuk melakukan apa yang kamu inginkan, bukan apa yang mereka inginkan. Anak-anak bekerja sama karena ada sesuatu yang mereka inginkan lebih pada saat itu, yakni hubungan yang dekat dengan orang tuanya.  Semakin kamu menghukum si kecil, semakin kamu merusak hubungan hangat dengannya.

LATEST ARTICLE