Anak Stres di Sekolah Karena 5 Penyebab Ini, Ortu Wajib Tahu

Nesia Amarasthi
Anak Stres di Sekolah Karena 5 Penyebab Ini, Ortu Wajib Tahu

Bagi orang tua, melindungi putra-putrinya adalah kewajiban. Jika terjadi sesuatu yang tak diketahui, mungkin si buah hati tidak segera bercerita karena takut dimarahi. Untuk mengetahui beberapa penyebab anak enggan pergi ke sekolah, di bawah penyebab yang pada umumnya terjadi pada anak-anak.

Terkadang, perasaan anak sangat halus. Ia tidak bercerita kepada siapapun termasuk kepada ortunya setelah mengalami hal-hal yang melelahkan atau menakutkan. Cek ulasan singkat di bawah yang menyebabkan buah hati stres dan nggak mau pergi ke sekolah.

Punya masalah dengan teman

Berteman adalah hal yang menyenangkan buat anak-anak. Dengan mempunyai banyak teman, sang anak bisa meningkatkan keterampilan bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan, termasuk lingkungan sekolah. Namun, seringkali ada hal yang tidak disadari oleh orang tua. Bahwa perasaan halus buah hati bisa merasakan ketidaknyamanan ketika terjadi masalah dengan teman sekolahnya.

Masalah bisa berbentuk apa saja. Bagi orang tua, cobalah untuk saling terbuka. Hindari berkata kasar dan membentak karena aksi tersebut justru semakin melukai perasaan anak. Berbicaralah dari hati ke hati. Gali ceritanya dari berbagai sumber selain dari sang buah hati.

Jadwal terlalu padat

Prestasi adalah hal yang didambakan orang tua. Karena mengejar prestasi, jadwal kegiatan anak diatur dengan padat. Ikut les ini, tambahan pelajaran itu, kursus musik, kursus menari, ekstra mengaji, dan lain sebagainya.

Penyebab anak stres di sekolah bisa jadi karena jadwal terlalu padat. Selain mata pelajaran yang wajib diikuti, baiknya mengatur jadwal kegiatan anak sesuai dengan energi dan kemampuannya. Usahakan membuat anak tetap merasa senang dan bahagia meski terpaksa mengikuti jadwal yang padat agar tak timbul stres hingga malas pergi ke sekolah.

Mata pelajaran yang sulit

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Baik kemampuan kognitif, efktif maupun psikomotorik memang perlu diasah sejak dini. Namun, jika dipaksakan anak akan mengalami tekanan yang membuatnya ngambek atau malas ke sekolah.

Kesulitan mengikuti pelajaran adalah hal yang wajar. Misalnya, sang buah hati nggak suka dengan mata pelajaran matematika dan lebih tertarik dengan bahasa. Sebagai orang tua, perlu adanya untuk memberikan pemahaman tentang kemampuan diri dan kewajiban. Tak masalah mendapatkan nilai pas-pasan, yang paling diutamakan adalah pemahaman akan dirinya sendiri dan mau tetap berkembang mengikuti pelajaran.

Cara mengajar guru

Cara mengajar menentukan kesan bagi si anak. Jika ia merasa tidak tertarik dengan cara gugunya mengajar, maka ia akan memalingkan minatnya untuk pergi ke sekolah. Untuk mengatasi hal ini, berikan pemahaman kepada anak untuk menyesuaikan dan menenangkan diri.

Bullying

Kejadian yang membuat anak takut dan merasa stres paling sering karena bullying. Hal ini kurang bisa diterima bagi setiap pihak. Baik bagi anaknya sendiri, orang tua, dan pihak sekolah. Jenis bullying pun bisa beragam, mulai dari pelesetan nama panggilan berkonotasi negatif, tidak disukai teman, diejek, bahkan perlakuan kasar.

Anak yang mengalami ini akan merasa sangat tertekan. Untuk mengatasinya, orang tua perlu membuat anak merasa tenang dahulu. Setelah anak sudah bisa mengatasi ketakutannya dengan support dari orang tua, maka bisa bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mencari solusi.

Selama orang tua bisa mengatasinya secara kekeluargaan, maka si anak akan merasa lebih baik mengatasi stresnya. Jika orang tua kesulitan, segeralah konsultasikan kepada psikolog anak.

LATEST ARTICLE