Bayi Sering BAB dan Kentut, Apa Penyebabnya?

Hani Apriliani
Bayi Sering BAB dan Kentut, Apa Penyebabnya?

Sebagai orangtua baru, mom mungkin merasa heran mengapa bayi sering bersendawa, kentut, atau pun buang air besar. Bahkan terkadang jumlah gas yang dikeluarkan setiap jam dapat membuat mom khawatir apakah bayi baik-baik saja.

Sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga menyebabkan banyak gas terperangkap di usus dan dikeluarkan melalui kentut. Namun selain sistem pencernaan yang belum sempurna, ada alasan lain yang harus diwaspadai lho, mom! Penasaran? simak selengkapnya di bawah ini yuk!

Ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh

Bayi dilahirkan dengan usus yang benar-benar bersih, yang berarti mereka tak memiliki probiotik. Bakteri baik dalam probiotik memproses nutrisi dalam makanan dan melengkapi enzim pencernaan.

Karena itu, bayi butuh waktu beberapa bulan untuk mencerna ASI dengan benar. Ini sering menyebabkan terjadi pembentukan gas yang berlebih. Setelah bayi mengambil 'bakteri baik' melalui menyusui dan sumber makanan, kentut yang berlebihan akan berhenti.

Postur menyusui yang salah

Jika bayi mencoba mengimbangi pasokan ASI yang banyak, ia mungkin akan menelan banyak udara. Udara ini bisa membentuk gelembung di usus yang menyebabkan kentut yang berlebihan.

Salah satu cara untuk membantu bayi dalam situasi ini adalah beralih antara payudara satu dengan yang lain saat menyusui sehingga bayi tak menelan udara berlebih. Mama juga dapat mencoba menempatkan bayi dalam posisi vertikal saat menyusui.

Mengonsumsi makanan padat untuk pertama kali

Banyak bayi menghasilkan banyak gas di tubuhnya ketika mereka diperkenalkan dengan makanan padat. Karena sistem pencernaan mereka belum matang dan hanya digunakan untuk ASI, pengenalan padatan memaksa saluran pencernaan mereka untuk bekerja lebih banyak. Ini mengarah pada pelepasan gas.

Intoleransi laktosa

Alasan lain adalah karena bayi tak toleran laktosa. Tubuh dewasa kita secara alami menghasilkan enzim 'laktase' untuk memecah gula seperti galaktosa dan glukosa. Tetapi kadang-kadang, tubuh bayi tak mampu menghasilkan cukup laktosa untuk memecah gula-gula kecil ini sehingga menjadi intoleransi laktosa.

Laktosa yang tak terputus ini kemudian bergerak ke usus besar tempat berfermentasi dan diubah menjadi gas. Jadi dalam waktu dua jam setelah mengonsumsi laktosa, bayi bisa menjadi rewel karena memiliki banyak gas.

Penggunaan antibiotik

Kadang-kadang bayi menderita infeksi yang memerlukan antibiotik. Antibiotik ini sering menghancurkan mikroflora di usus mereka. Ini menimbulkan perut kembung, kentut yang berlebihan dan kadang-kadang bahkan diare.

Mom, saat kondisi bayi terlihat sering BAB dan kentut mom bisa melakukan beberapa hal sederhana berikut untuk membuat bayi merasa nyaman kembali. Misalnya;

  • Mulailah dengan meletakkan bayi di atas perutnya dan dengan lembut menggosok dan menepuk punggungnya untuk mengeluarkan gas dari tubuhnya.
  • Gosok perut bayi dengan lembut searah jarum jam dan gerakkan kakinya dalam gerakan bersepeda.
  • Beri bayi sedikit air untuk memudahkan gas keluar darinya.
  • Kompres perut dengan kain hangat.

Tunggu selama beberapa waktu, kembungnya pun akan berkurang. Namun bila hal ini berlanjut selamat 1-2 hari, mom dapat konsultasikan dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

LATEST ARTICLE