Cermati, Yuk! 5 Faktor yang Menghambat Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Nesia Amarasthi
Cermati, Yuk! 5 Faktor yang Menghambat Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Perkembangan motorik meliputi keterampilan gerak pada anak yang perlu distimulasi sejak dini. Secara spesifik, gerakan motorik dikategorikan sebagai motorik kasar dan halus. Gerakan motorik kasar antara lain mengangkat kepala, berdiri, berlari, merangkak, melompat dan lain sebagainya. Sedangkan gerakan motorik halus mengacu pada aktivitas menyentuh, menggenggam, dan gerakan kecil di tangan, pergelangan tangan, kaki, jemari kaki, lidah serta bibir.

Perkembangan motorik pada anak usia dini perlu dilatih karena melibatkan berbagai otot serta jaringan saraf. Latihan ini perlu dilakukan berulang-ulang, dimulai dari tingkat yang paling ringan hingga gerakan motorik anak berkembang sesuai dengan usianya. Tetapi, ada hal yang menghambat perkembangan motorik anak. Faktor yang menghambat tersebut mungkin adalah kebiasaan orang tua yang keliru, antara lain sebagai berikut.

Kebiasaan menggendong yang keliru

Dikutip dari Detik Health, spesialis anak dr Meta Hanindita, SpA menjelaskan bahwa kebiasaan keliru saat menggendong anak besar pengaruhnya pada perkembangan motorik anak. Jika sejak usia dini orang tua senang menggendong anak, maka kemampuan berjalan bisa terhambat. Anak jadi lambat belajar jalan.  

Kurang menstimulasi gerakan

Pada awal perkembangannya, sejak usia dini anak perlu distimulasi agar setiap anggota tubuhnya bergerak. Mulai dari kepala, tangan dan kaki hingga hal terkecil seperti kedipan mata, gerakan jemari maupun lidah serta bibir.

Gizi buruk

Anak sejak usia dini, dalam perkembangan proses pertumbuhannya membutuhkan support dari makanan yang diolah jadi energi. Selain itu, beberapa sumber nutrisi juga bermanfaat untuk menguatkan otot serta menyeimbangkan imun sehingga tak mudah sakit.

Biasakan untuk memberikan gizi dengan cukup pada buah hati ya agar tidak menghambat perkembangan motoriknya.

Orang tua terlalu protektif

Wajar jika orang tua tidak ingin anaknya terluka atau cedera. Tetapi kadang orang tua jadi terlalu takut untuk memberikan waktu pada anak mengeksplorasi sekitar. Beberapa saat, berikan waktu buat anak sejak usia dini untuk mengeksplor sekitar. Dengan aktivitas tersebut, ia bisa merespon rangsangan motorik.

Orang tua terlalu cepat membantu

Saat pertama belajar berjalan, tak jarang buah hati akan terjatuh. Saat itu pula refleknya mulai dibentuk, misalnya, ketika jatuh secara reflek akan terbangun meskipun menangis. Untuk belajar berjalan, cobalah memberikan area aman untuk anak. Jauhkan dari barang yang tajam dan berbahaya. Jika memungkinkan, berikan matras pada lantai agar anak sejak usia dini terlatih dengan gerakan reflek.

LATEST ARTICLE