Faktanya, Ada 5 Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Terlihat Menarik

Nesia Amarasthi
Faktanya, Ada 5 Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Terlihat Menarik

Banyak orang penasaran, kenapa orang yang baru kenal merasa tertarik menjalin hubungan lebih dekat. Mungkin, yang segera terlintas karena penampilan yang menarik. Sebenarnya, secara ilmiah ada yang lebih mendasar mengenai hal tersebut.

Bukan hanya penampilan, tetapi dikutip dari Reader’s Digest ada 4 hal yang secara ilmiah membuktikan mengapa orang lain tertarik pada seseorang. Standar kecantikan, mungkin akan berbeda-beda setiap budaya atau setiap era. Nah, otak dan tubuh manusia itu ternyata bekerja dengan sangat menakjubkan. Bahkan cara kerjanya nggak disadari kebanyakan orang, termasuk menentukan apa yang membuat orang lain tertarik.

Pernah dijelaskan, bahwa aroma, kombinasi perasaan dan aspek lain membuat seseorang terlihat spesial dimata kita. Berikut, dibuktikan secara sains mengapa seeorang terlihat lebih menarik.

Ketertarikan itu bersifat hormonal

Seorang dosen senior di departemen ilmu kognitif di Rensselaer Polytechnic Institute, Alicia Walf, PhD mengatakan bahwa mekanisme ketertarikan manusia tidak sepenuhnya dipahami. Tetapi, ketertarikan melibatkan sirkuit otak yang dimodifikasi secara hormonal di banyak spesies mamalia.

Mengenai ketertarikan, secara ilmiah berkaitan tentang motivasi dan perilaku sosial yang bermanfaat untuk mengurangi stres.

Jauh lebih dalam dibanding kecantikan fisik

Ada aroma dan suara bicara yang membuat seseorang menarik. Ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan selama 30 tahun oleh Agata Groyecka-Bernard, PhD. Ia adalah seorang peneliti di Universitas Wroclaw di Polandia.

Meskipun secara visual kita tertarik pada orang-orang yang memiliki kemiripan dengan seseorang yang istimewa dan dekat, seperti ibu, kakek, nenek, ayah dan lain-lain. Kita cenderung menyukai bau pasangan dengan latar belakang genetik yang berbeda.

Mungkin nggak menyadari bahwa aroma dan nada suara membuat kita tertarik pada seseorang saat pertama kali bertemu dengannya.

Keterlibatan mekanisme hormonal

Walf meneliti bahwa ada jalinan erat antara hormon dan perilaku sosial. Mekanisme hormonal berpengaruh pada perubahan emosional dan memori yang terkait dengan ketertarikan. Cara kerjanya mirip seperti kegembiraan yang dialami saat merasa stres, dan dopamin serta norepinefrin terlibat didalam momen kita tertarik pada seseorang.

Saat pelepasan dopamin, menghubungkan pengalaman yang dimiliki, dinikmati serta diingat sehingga mendorong kita untuk mencari emosi positif dalam interaksi dengan orang yang kita anggap ‘menarik’.

Yang sulit didapat semakin menarik

Betul jika setiap orang memiliki kriteria masing-masing, tetapi bagi banyak orang berkaitan dengan yang sulit didapat. Artinya, semakin sulit didapat semakin menarik dan menguji strategi setiap orang untuk mendapatkannya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationship, orang yang terlalu mudah menarik perhatian mungkin dianggap lebih putus asa. Ini membuat mereka tampak kurang berharga dan kurang menarik daripada seseorang yang nggak langsung menunjukkan ketertarikan romantisnya.

Yang murah hati lebih menarik

Sara Konrath, PhD mengatakan bahwa orang yang dianggap lebih menarik adalah orang yang murah hati. Artinya, penampilan fisik yang didukung kemurah-hatian jadi terlihat sempurna bagi orang lain.

Dari poin-poin diatas, seolah stigma tentang standar kecantikan runtuh. Bukan karena pembuktian ilmiah, tetapi secara personal setiap orang memiliki mekanisme hormonal, daya ingat tentang aroma dan nada bicara sehingga masing-masing bisa memutuskan mengapa tertarik pada seorang pujaan hati.

LATEST ARTICLE