Kumpulan Cerita Dewasa Tentang Malam Pertama Pernikahan

Dian Afrillia
Kumpulan Cerita Dewasa Tentang Malam Pertama Pernikahan

Setelah melewati berbagai rangkaian acara pernikahan, pengantin baru akan mengalami yang namanya malam pertama. Momen ini identik dengan bercinta pertama kalinya sebagai suami-istri yang sah. 

Apa iya harus langsung berhubungan intim di malam pertama? Rasanya sih nggak juga. Kamu dan pasangan bisa bercinta kapanpun setelah merasa siap. Apalagi, malam pertama biasanya masih ada rasa canggung dan malu. Beberapa pasangan malah mengaku nggak melakukannya di malam pertama karena berbagai alasan.

Buat yang pengen tau cerita dewasa tentang malam pertama setelah menikah, berikut ini 14 wanita berbagi pengalamannya. 

 

Tragedi korset

Aku membeli korset satin yang terlihat seksi sebelum menikah. Korsetnya dilengkapi dengan tali-tali dan pengait di bagian punggung. Kupikir korset ini akan cukup untuk menggoda suamiku di malam pertama. 

Tapi yang terjadi adalah tali dan pengaitnya rusak, nggak bisa dibuka sama sekali. Suamiku sampai menyerah membuka korsetnya, lalu ia memanggil ibuku untuk membantu. Ibu nggak bisa, kemudian menyusul ayahku datang menolong. Akhirnya bibiku ikut membantu dan seisi rumah jadi ramai dan beberapa orang coba membukanya. 

Aku panik sekaligus malu sampai akhirnya semua menyerah. Aku dan suami kembali ke kamar lalu terpaksa menggunting korset baruku. Kemudian, suasana jadi canggung dan kami hanya tertawa-tawa karena kehebohan malam ini lalu tidur karena kelelahan. 

Upacara minum teh bikin lelah 

Selama upacara minum teh dalam adat pernikahan, aku dan suami berlutut berkali-kali sampai pegal. Lutut dan paha rasanya sakit sekali. Kami tahu kalau sama-sama capek tapi juga merasa ingin melakukannya di malam pertama ini. Setelah mencoba beberapa posisi tapi nggak ada tenaga yang tersisa, malam itu pun berujung hanya berpelukan sambil menonton televisi sampai tertidur. 

Malam pertama yang canggung

Pada malam pertama, suamiku nggak bisa menentukan posisi yang tepat untuk kami bercinta. Semua serba canggung dan bingung, memang ini pertama kalinya bagi kami. Aku pun malu untuk membimbingnya. Ya, aku pun nggak punya pengalaman soal ini. Namun kami mencobanya beberapa kali sampai akhirnya berhasil walau masih terasa aneh. 

Aku dan suamiku cukup santai dan nggak memaksakan diri. Tapi setidaknya, butuh 50 kali percobaan sampai semuanya terasa lebih nyaman. 

Let’s Get Physical

Saat menikah, usiaku 19 tahun dan suamiku 25 tahun. Malam pertama kami sangat mengagumkan sekaligus lucu. Kami menginap di hotel dan bersantai sejenak sambil mendengarkan radio. Sampai akhirnya muncul lagu Let’s Get Physical-nya Olivia Newton-John, dan ini jadi pertanda bagi kamu untuk memulai sesi bercinta. Kami berhasil melakukannya sampai 3 kali malam itu. 

Serba menyenangkan

Malam pertama kami benar-benar menyenangkan. Nggak hanya soal seks, tapi kamu sama-sama senang akhirnya bisa merasa bebas tinggal dan tidur bersama. Maklum, sebelumnya kami memang nggak pernah melakukannya. 

Menurutku, pengalaman seks di malam pertama penuh ketegangan dan rasa takut. Tapi kami banyak tertawa, saling menyentuh, bahkan bermain game batu-gunting-kertas untuk siapa yang akan melepas pakaian lebih dulu. 

Seks malam pertama bisa dibilang mengecewakan, tapi kami nggak kecewa. Soalnya kami sama-sama menantikan momen-momen untuk bisa berduaan, nggak hanya soal hubungan ranjang. Mengetahui fakta bahwa kami hdup bersama sudah cukup bikin senang. 

Pengalaman tak terlupakan

Malam setelah acara pernikahan, aku dan suami menginap di hotel. Kamarnya memiliki jacuzzi yang bagus dan kami diberikan sebotol anggur. Jadi kami pun minum-minum sambil bersantai di jacuzzi dan bercinta dua kali. Seksnya sendiri cukup menyakitkan selama 3 bulan pertama. Namun, pengalaman ini sangat mengagumkan. 

Gangguan ibu 

Karena resepsi pernikahanku di hotel, kami menyewa beberapa kamar untuk aku dan keluarga. Setelah acara yang melelahkan selesai, aku dan suami langsung pergi ke kamar. Kami langsung melancarkan sesi bercinta, tetapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. 

Rupanya ibuku dan ia berteriak bahwa kami harus turun untuk menemui keluarga. Kami pun berhenti dan kembali berpakaian. 

Merawat suami semalaman 

Kami minum-minum semalaman tanpa henti setelah acara pernikahan selesai. Sampai akhirnya suamiku muntah di tempat tidur. Aku mengambil seprai yang terkena muntahan menggantinya dengan yang baru, membersihkan sisaan muntah, dan merawat suamiku semalaman. Benar-benar malam pertama yang aneh tapi bikin kami tertawa terus saat mengingatnya. 

Villa kutu busuk 

Usai acara, aku dan suami menempuh perjalanan cukup jauh ke sebuah villa di pinggiran kota. Niatnya sih mau menyepi dan menikmati waktu sejenak di tempat tenang. Kami sama-sama membayangkan villa yang sederhana tapi punya pemandangan indah, yang lokasinya dekat sawah dan sungai. 

Awalnya semua baik-baik saja. Sampai aku menemukan banyak kutu di kamar kami. Karena jijik, malam itu kami malah sibuk bersih-bersih karena entah kenapa para penjaga villa baru ada tiap pagi. 

Seks terburuk

Sebelum menikah, aku dan suami sudah pernah bercinta. Namun, pada malam pertama setelah menikah, kami lelah dan benar-benar nggak terangsang. Tubuh kami rasanya kaku dan nggak siap, tapi sama-sama memaksakan diri.  Kami ingin seks yang hebat, tetapi ini malah jadi momen terburuk yang pertama kali terjadi. 

Berakhir di UGD

Kami punya kesepakatan untuk menggunakan kondom di awal-awal pernikahan sebagai pilihan kontrasepsi. Kami nggak masalah dengan hal itu. Namun, anehnya, aku merasakan  gatal-gatal, dada terasa sesak dan susah bernapas. Karena nggak bisa ditahan, akhirnya aku dilarikan ke UGD. Setelah pemeriksaan, ternyata aku punya alergi bahan latex dari kondom.

Malam yang lumayan aneh 

Bagiku, seks pada malam pertama pernikahan benar-benar aneh. Tapi rasanya, ya nggak bisa dibilang buruk-buruk amat. Memang menyakitkan awalnya, tapi aku dan suami sama-sama belajar tentang apa yang terbaik bagi kami. 

Jujur aku merasa senang karena momen-momen canggung ini bikin kami lebih dekat, mencoba hal-hal baru, dan perjalanan ini mengantarkan kamu pada seks yang hebat. 

Nilai 10/10 

Kalau boleh diberi nilai, malam pertama kami itu 10. Nggak hanya karena aksi bercintanya, tapi karena semua serba pertama bagi kami. Kami menunggu cukup lama dan penuh perjuangan untuk akhirnya sampai di pelaminan. 

Malam pertama ini kami masih dalam mode euforia sebagai pengantin baru yang bahagia dan lega karena semua drama tentang pesta telah berakhir. Kami sama-sama menikmati setiap hal kecil yang baru pertama kali terjadi setelah menikah dan itu menyenangkan. 

Sembunyi karena malu

Aku benar-benar nggak tahu harus gimana pada malam pertama. Selama pacaran pun, kami bukan pasangan yang suka memberi sentuhan fisik. Setelah menikah, aku jadi malu-malu dan pura-pura tidur, bersembunyi di balik selimut. Sementara itu, suamiku sibuk menarik-narik selimut dan kami malah tertawa terbahak-bahak. 

Malam itu nggak terjadi apa-apa. Kami hanya ngobrol tentang acara pernikahan yang baru selesai sambil makan malam bersama. Baru besok malamnya aku berani berdekatan, itu pun hanya sekadar memeluk dan berciuman. 

 

LATEST ARTICLE