Menggunakan High Heels Saat Berhubungan adalah Sensasi

Dino Gala
Menggunakan High Heels Saat Berhubungan adalah Sensasi

Menggunakan high heels saat berhubungan adalah sensasi bagi beberapa pasangan. Lalu, apakah aman dalam serangkaian gerakan biologis ini?

Penelitian yang dilakukan di Italia menyatakan bahwa wanita yang memakai sepatu hak tinggi akan meningkat kehidupan seksualnya. Termasuk menggunakan high heels saat berhubungan adalah sensasi yang akan didapatkan ketika melakukannya. High heels selain bermanfaat untuk membentuk postur tubuh perempuan jadi lebih anggun, dalam berhubungan juga bisa mendorong stimulasi visual. Banyak pria, berdasarkan penelitian, juga lebih responsif ketika melihat perempuan yang mengenakan high heels dibanding flat shoes.

Nah, menurut pria ada beberapa bagian tubuh perempuan terlihat ‘berbeda’ ketika memakai high heels. Dikutip dari Psychology Today, payudara perempuan akan terlihat lebih besar karena bahu akan menyeimbangkan berat badan. Dada perempuan akan lebih tegap dan terlihat percaya diri. Lagi, sepatu berhak tinggi membuat pantat lebih kencang serta kaki lebih jenjang. Ketiga hal tersebut menjadi stimulan seksual pria pada tataran visual.

postur tubuh perempuan

Sedangkan dalam berhubungan, high heels perlu dipertimbangkan sebagai aksesoris untuk dipakai. Memang menjadi pilihan setiap pasangan untuk memakainya dalam ritual suami istri. Dan, kebanyakan pasangan yang mempunyai preferensi menggunakan high heels mengaku lebih menyenangkan dan sensasional.

Untuk menggunakan high heels saat berhubungan, ada baiknya menjalin kesepakatan bersama pasangan. Bagi perempuan yang tidak terbiasa memakai high heels akan sangat membatasi geraknya. Artinya, ada beberapa posisi yang tidak bisa dilakukan ketika berhubungan memakai high heels. Berdasarkan pengakuan pasangan yang menggunakan high heels saat berhubungan, posisi yang recommended antara lain standing, bend over on the table, dan doggy style. Pasangan yang lain memakainya untuk membangun role play. Nah, kamu akan memakainya hingga sesi selesai atau melepasnya setelah foreplay? Itu pilihan bebas. Namun, jika ingin meraih sensasi bercinta diluar konvensional, maka cobalah. Dengan catatan keamananmu dan pasangan tetap perlu dibicarakan berdua.

Flirting/ Source: 123rf.com

Seorang konsultan hubungan, Jackie Pilossoph, menyatakan bahwa dalam monogamous relationship membutuhkan komitmen untuk saling menerima, memberikan ‘performa’ yang memuaskan dan atau saling ‘memuaskan’. Dengan begitu cinta akan tertaut satu sama lain. Pun dalam konteks making love, selama kamu bisa menikmati dan pasangan juga merasa tidak keberatan, why not to do it?

Namun, dalam praktiknya jangan pernah membayangkan seperti di film biru yang pernah kamu lihat, ya! Kenyataan yang terjadi tidak mungkin sama persis dengan referensi yang kamu dapat. Kenyataan yang ideal adalah komitmen bersama pasangan terbangun dengan baik. Jika kesulitan atau feeling weird ketika menggunakan high heels saat berhubungan, bicarakan lagi sama pasangan.

LATEST ARTICLE