Tips Mengajarkan Anak Tentang Kesehatan Gigi

Dian Afrillia
Tips Mengajarkan Anak Tentang Kesehatan Gigi

Pada awalnya, mengajarkan anak tentang kesehatan gigi mungkin terasa sulit. Tapi kebiasaan baik ini memang harus dilakukan sejak dini. Tujuannya biar anak menjadikan perawatan gigi dan mulut jadi rutinitas harian. 

Soalnya, kalau sampai terjadi kerusakan, dampaknya bisa besar lho. Jadi daripada pusing mengatasi masalah di kemudian hari, tentu lebih baik melakukan pencegahan. 

Lalu bagaimana caranya mengajarkan anak tentang kesehatan gigi? Ikuti langkah berikut ini: 

Memberikan contoh

Setiap kali membersihkan mulut dan gigi, sebisa mungkin anak melihatnya. Kebanyakan anak suka meniru kebiasaan orang tuanya. Ibu bisa melakukan rutinitas seperti menggosok gigi, menggunakan dental floss, dan berkumur dengan mouthwash. Setiap pagi dan malam, ajak aja anak untuk ikut melihat proses ini. 

Memberikan informasi soal kesehatan gigi

Anak butuh penjelasan kenapa dia harus gosok gigi dua kali sehari. Untuk menjelaskannya, ibu bisa mencari tau dulu beberapa informasi yang mudah ia cerna. Bisa juga dengan menonton film edukasi kesehatan anak atau membacakan dongeng yang isinya tentang kesehatan gigi anak.

Biarkan anak memilih perlengkapan kebersihannya sendiri

Ajak anak ke supermarket dan minta dia memilih sendiri sikat gigi sesuai keinginan. Kebayakan sikat gigi anak punya bentuk yang lucu seperti mainan. Kemudian mintalah dia memilih pasta gigi dengan rasa yang ia suka. Namun, ibu mesti mengawasi dan mengecek apakah produk pilihannya nggak berbahaya. 

Bikin kegiatan membersihkan gigi menyenangkan 

Kebanyakan anak akan malas menyikat gigi saat dipaksa. Maka dari itu, penting untuk meluangkan waktu untuk bikin rutinitas ini jadi menyenangkan. Ibu bisa ajak anak untuk menggosok gigi bersama-sama sambil mendengarkan musik kesukaannya, sambil nonton video di ponsel, dan pastikan semua bertahan sampai dua menit. 

Periksa rutin ke dokter

Untuk mencegah kerusakan gigi anak, bawa dia ke dokter gigi secara rutin. Lakukanlah sedini mungkin sejak anak berusia di bawah 5 tahun agar ia terbiasa. Semakin besar, banyak anak takut dan enggan pergi ke dokter karena terasa mengerikan. 



LATEST ARTICLE