Waspadai 6 Gangguan Tumbuh Kembang Pada Anak

Dian Afrillia
Waspadai 6 Gangguan Tumbuh Kembang Pada Anak

Pertumbuhan setiap anak memang bisa berbeda satu sama lain. Namun, sebagai orang tua harus bisa lebih peka dan memperhatikan setiap gerak-gerik anak. Meski tak diinginkan, harus tetap waspada bila anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Pun, bila memang terjadi gangguan, semakin cepat diketahui semakin cepat ditangani agar kondisi anak bisa lebih baik. 

Berikut ini beberapa gangguan tumbuh kembang anak dan tanda-tandanya. Yuk cari tahu demi buah hati tercinta!

Gangguan bicara

Gangguan bicara cukup umum terjadi pada anak. Penyebabnya bisa karena autisme, kelainan pendengaran, kelainan otot mulut dan lidah, atau dalam kegiatan sehari-hari anak terbiasa mendengar orang mengobrol dalam berbagai bahasa. 

Tanda anak mengalami gangguan bicara ketika dia jarang mengeluarkan suara, memiliki kosakata sedikit, nggak bisa mengikuti apa yang orang lain ucapkan, dan nggak mengerti gestur atau gerakan tangan yang diarahkan kepadanya. 

Gangguan penglihatan

Pada dasarnya sampai usia enam bulan, penglihatan bayi masih belum sempurna. Namun, semua akan berangsur makin baik. Kelainan pada penglihatan bisa disebabkan oleh katarak, retinopati atau kelainan retina, mata juling, atau adanya kelainan refraksi seperti rabun jauh dan rabun dekat. 

Tanda yang bisa dilihat ketika anak memiliki gangguan penglihatan adalah ia sering mengucek mata, mata berair, menutup sebelah mata atau memiringkan kepala ketika melihat sesuatu, dan mengeluh sakit kepala. 

Gangguan keterampilan motorik kasar

Anak yang punya masalah dengan motorik kasar biasanya bisa terlihat dari gerakan tubuhnya yang nggak seimbang, ada gerakan tak terkontrol, dan gangguan pada tonus otot. Gangguan ini bisa terjadi karena celebral palsy, kelainan penglihatan, ataksia atau kelainan koordinasi otot rangka, dan spina bifida yang merupakan kelainan saraf tulang belakang. 

Gangguan keterampilan motorik halus

Pada anak yang memiliki gangguan motorik halus, bisa ditandai dengan bayi yang masih menggenggam setelah usia empat bulan, adanya dominasi satu tangan sebelum usia satu tahun, dan  masih dominannya eksplorasi oral setelah 14 bulan seperti memasukan mainan ke dalam mulut. 

Gangguan keterampilan sosial emosional

Tanda anak memiliki gangguan ini bisa ditandai dengan ia jarang tersenyum, kurang bersuara, kurang ekspresif, nggak merespons ketika dipanggil, belum bisa bicara kata apapun, dan nggak memiliki kemampuan berinteraksi. 

Gangguan keterampilan kognitif

Untuk mengetahui apakah anak punya masalah dengan keterampilan kognitif, ibu harus mengecek gerak-geriknya. Tanda-tanda gangguan ini bisa dilihat dari kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda, nggak merespons suara, belum babbling kata-kata sederhana seperti mama atau baba, dan belum bisa bicara kata berarti. 

LATEST ARTICLE